Minggu, 22 April 2018

Apa itu Towing and Lashing Survey?

Towing & Lashing Survey adalah suatu survey yang dilakukan seorang Marine Surveyor Indonesia di atas kapal towing tug yang akan menarik kapal tongkang guna memastikan semua peralatan towing equipments di atas kedua kapal tersebut layak untuk digunakan dalam sebuah pelayaran, dan marine survey ini juga untuk memeriksa sistem lashing muatan kapal tongkang tersebut apakah bagus dan layak serta kuat dalam menghadapi ombak dan cuaca selama dalam pelayaran di lautan.




Biasanya permintaan akan Towing and Lashing Survey ini atas permintaan perusahaan asuransi guna untuk menutup polis asuransi yang diajukan baik itu pemilik barang, pihak transportir kapal atau pihak pembeli muatan, biasanya permohonan pekerjaan jasa survey marine ini atas permintaan pihak asuransi itu sendiri.


Berikut 10 hal penting tentang towing and lashing survey yg mesti anda ketahui, agar perjalanan kapal anda aman sampai di pelabuhan tujuan;

1. Kondisi Kapal Penarik atau Tug Boat
Pastikan kondisi kapal penarik atau Tug Boat dalam keadaan laik laut, periksa secara menyeluruh keadaan terkini badan kapal atau lambung kapal (hull) termasuk shell plate, deck plate, crew cabin, air pipe, manhole, engine room, side scuttles, sky lights, deck accessories, serta kekedapan watertight door opening

2. Kondisi Kapal Tongkang
Begitu juga dengan kapal tongkang, pastikan lambung (hull) tongkang dalam keadaan baik termasuk draft mark dan plimsoll mark, memeriksa kondisi ruang muat atau main deck space apakah rusak, bergelombang atau bahkan keropos. Periksa juga manhole, tyre fender dan sideboard beserta stanchion sebagai penahan muatan diatas kapal

3. Peralatan Towing (Towing Equipment)
Setidaknya harus tersedia sedikitnya 2 coil tali towing (towing line) termasuk untuk cadangan ketika menemui kondisi darurat,  panjang tali towing antara 50 s/d 300 meter tergantung lokasi, arus laut dan gelombang. Periksa juga Towing braidles, Towing braidles ini dipasang pada tongkang yang ditunda dan diikat pada towing chock (smith pad eye/smith bracket) dan dalam kondisi baik serta belum terdapat serat-serat baja yang terputus.


 








Begitu juga dengan Shackles, Shackle yang harus tersedia diatas tug boat disesuaikan dengan kapasitas bollard pull, minimal tersedia 3 buah untuk keperluan singgle tow 25 ton, 5 s/d 10 ton minimal 3 buah untuk penempatan shackle tersebut pada bagian antara towing line dengan braidles, dan antara braidles dengan towing chock.









Yg paling penting periksa apakah towing hook dapat berfungsi dengan baik

 
















Towing Arch
Bagian ini berfungsi sebagai pengaman dari towing line pada saat kondisi towing. 









4. Peralatan Lashing dan Kekuatan Lashing
Berikutnya periksalah perkatan lashing yg digunakan untuk mengikat muatan diatas kapal tongkang, gunakan ukuran wire sling atau belt yg sesuai dengan kekuatan muatan ketika mendapatkan daya dorong atau goyangan ketika ada gelombang dana arus laut yg kuat, karena sesuai dengan definisinya bahwa Lashing securing adalah pengamanan pengikatan cargo baik melalui transportasi darat, transportasi laut maupun udara. Walaupun dengan adanya lashing securing perlu juga diperhatikan pengaturan penempatan muatan atau stowage plan agar muatan betul-betul aman selama proses transportasi ke pelabuhan tujuan.
Peralatan-peralatan yang biasa digunakan untuk lashing/pengikatan cargo :
A. Wire sling


  







B. wire rope












C. Sling belt









D. Wire clips

  









 
 E. Turnbuckles













 F. Rigging
 







 G. Shackle
  











5. Sertifikat Kapal
Untuk keselamatan dan keamanan selama perjalanan laut, pastikan sebelum kapal berlayar dan berangkat dari pelabuhan muat menuju pelabuhan bongkar semua sertifikat kapal, surat laut dan surat-surat kapal masih dalam masa berlaku tidak expired, baik itu surat yang dikeluarkan class seperti BKI, yaitu:
- Seaworthiness Certificate (Hull & machinery)
- Load line certificate
- Certificate of registry
Maupun surat kapal yg dikeluarkan oleh Dinas/Direktorat Perhubungan Laut :
- Kesempurnaan dan Lambung timbul
- Izin Trayek/ Tramper Kapal
 
6.Bunker
Harus dipastikan bahwa bahan bakar cukup untuk pelabuhan tujuan, olehnya itu perlu diketahui Horse power tugboat, Fuel capacity, fuel consumption, speed, dan voyage, termasuk juga penggunaan fresh water

7. Draft Mark
Pastikan muatan tidak melebihi batas yang di izinkan pihak otoritas perhubungan laut, atau sesuai dengan tanda yg telah di letakan dilambung kapal pada plimsoll mark, hitunganlah muatan dengan draft survey melalui pembacaan draft mark jika memungkinkan
 
8. Sistem Towing
Perhatikan sistem towing yang digunakan untuk menarik kapal tongkang tersebut,
Sistem menarik/menggandeng tongkang antara lain :
1. Tandem Tow
2. Single Tow
3. Tandem Tugs
4. Side Tow
5. Honolulu / X’mass Tree
6. Breasted Tugs
9. Engine and Horse Power
 
Dan juga penting periksa Main engine & Auxiliary engine
Pemeriksaan secara visual atau jika memungkin dilakukan engine trial, lihat juga log book untuk mengetahui kejadian-kejadian terhadap mesin. Menurut Horse Powernya Kapal Tug Boat setidaknya terbagi ke dalam 4 bagian;
1. Ocean Tugboat : yang digolongkan Ocean Tugboat ialah tugboat dengan Horse Power (HP) lebih dari 2000 BHS, dengan panjang antara 38–76 m.

2. Coastal Tugboat : yang digolongkan Coastal Tugboat ialah tugboat dengan Horse Power (HP) antara 600 sampai dengan 2000 BHP, dengan panjang 21 – 36 m.3. Inland Tugboat : yang digolongkan Inland Tugboat ialah tugboat dengan Horse Power (HP) dibawah 600 BHP.4. Harbour Tug : yang digolongkan Harbour Tug ialah tugboat dengan kekuatan mesin kurang lebih 800 HP, tetapi sesuai dengan perkembangan besarnya kapal, seperti adanya super tanker, bulk carrier dan kapal penumpang samudera, Harbour Tug ada yang bertenaga sampai 3600 HP.

 








10. Alat-Alat Navigasi dan Keselamatan
Demi keselamatan periksa secara seksama semua peralatan navigasi dan sistem keselamatan dan kebakaran (fire safety), alat-alat komunikasi dan steering gearsSedikitnya pastikan tersedia 1 unit radar, 1 unit VHF radio, 1 unit SSB radio.periksa pula kondisi navigation light agar dapat berfungsi dengan baik dan safety equipment apakah dapat berfungsi dan tidak expire.

 








 

Rabu, 07 Maret 2018

Delapan kalimat di bawah ini, semuanya adalah intisari kehidupan:

  • sebidang tanah, tidak cocok untuk menanam gandum, bisa dicoba menanam kacang, jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik,
    bisa ditanam buah-buahan; jika buah-buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit gandum hitam pasti bisa berbunga. karena
    sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, dan pasti bisa menghasilkan panen dari nya.
Delapan kalimat di bawah ini, semuanya adalah intisari kehidupan:

  • 1. Orang yang tidak tahu menghargai sesuatu, biarpun diberi gunung emas pun tidak akan bisa merasakan kebahagiaan.
  • 2. Orang yang tidak bisa toleransi, seberapa banyak teman pun, akhirnya semua akan meninggalkannya.
  • 3. Orang yang tidak tahu bersyukur, seberapa pintar pun, tidak akan sukses.
  • 4. Orang yang tidak bisa bertindak nyata, seberapa cerdas pun tidak akan tercapai cita-cita nya.
  • 5. Orang yang tidak bisa bekerjasama dengan orang lain, seberapa giat bekerja pun tidak akan mendapatkan hasil yang optimal.
  • 6. Orang yang tidak bisa menabung, terus mendapatkan rejeki pun tidak akan bisa menjadi kaya.
  • 7. Orang yang tidak bisa merasa puas, seberapa kaya pun tidak akan bisa bahagia.
  • 8. Orang yang tidak bisa menjaga kesehatan, terus melakukan pengobatan pun tidak akan berusia panjang
  • ~Berbagi sebuah tulisan motivasi yang sangat bagus dengan Anda& terima kasih jika sahabat ku mau membagikannya ke orang lain.


Selasa, 20 Februari 2018

Definisi Marine Survey dan Marine Surveyor




Kembali menulis di blog ini http://marine-surveyor-indonesia.blogspot.com/ setelah sempat vakum beberapa bulan tidak hadir menyapa pengunjung blog MarineSurveyor Indonesia ini, dan kali ini saya ingin mengulas tentang Definisi Marine Survey dan arti daripada definisi Marine Surveyor itu sendiri.



Dulu mungkin saya tidak bercita-cita sebagai seorang Marine Surveyor Indonesia seperti profesi yang saya geluti saat ini, karena jujur saja saya tidak bercita-cita sebagai Marine Surveyor Indonesia ketika waktu kecil dan kanak-kanak dulu, malah cita-cita saya sebagai seorang pemain sepak bola professional namun tidak terwujud karena postur tubuh saya tidak mendukung untuk itu.

Bisa jadi sampai sekarang ini jika ditanyakan kepada anak-anak jaman sekarang pun tidak ada yang berkata akan bercita-cita sebagai seorang Marine Surveyor Indonesia, karena profesi sebagai seorang Marine Surveyor Indonesia masih sangat tidak popular, tidak seperti halnya seorang dokter, guru, pelaut ataupun pekerjaan lainnya.

Namun bukan berarti pekerjaan sebagai seorang Marine Surveyor Indonesia tidak menjanjikan masa depan yang cerah, Alhamdulillah dengan pekerjaan sebagai seorang Marine Surveyor Indonesia seperti sekarang ini yang sudah berjalan selama lebih kurang 2 tahun di salah satu perusahaan jasa marine survey swasta terbesar dan tertua di tanah air, Indonesia ini.

Pekerjaan Marine Surveyor sangat banyak jenis dan ragam kegiatannya, secara garis besar yaitu pemeriksaan atas suatu object berupa barang yang dalam hal ini bisa jadi alat angkut seperti kapal maupun keadaan barang muatannya daripada kapal laut tersebut, hal ini sesuai dengan definisi survey dan definisi surveyor menurut peraturan perundang-undangan salah-satunya  Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia.

Marine Surveyor bekerja berdasarkan peraturan perundang-undangan salah-satunya Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia yaitu Permendag RI No. 14/M-DAG/PER/3/2006 yang menyebutkan definisi Surveyadalah sebuah kegiatan pemeriksaan atau penelitian, pengkajian ataupun pengujian dan pengawasan atas suatu object benda yang telah ditentukan baik berupa barang maupun alat angkutnya yang meliputi unsure keadaan, kondisi luar, pembungkus ataupun kemasan, mutu, jumlah, ukuran-ukuran panjang, berat maupun isi dan tanda-tanda pengenalnya serta persyaratan yang teah ditetapkan, maupun lingkungan hidup yang meliputi baku mutu air, udara, maupun daratan dan lain-lain yang terkait dengannya.

Sedangkan definisi Surveyor ataupun Marine Surveyor menurut Permendag RI No. 14/M-DAG/PER/3/2006yaitu Surveyor adalah seorang yang memiliki keahlian khusus di bidang jasa survey atas dasar disiplin ilmu dan atau memiliki Sertifikasi Profesi Surveyor yang diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi yang telah terakreditasi serta memiliki pengalaman kerja di bidang survey tertentu seperti Marine Surveyoryang melakukan kegiatan survey untuk mendapatkan kebenaran nyata yang hakiki atas object yang di survey.

Jenis-Jenis Pekerjaaan Marine Surveyor

Sangat banyak ragam dan jenis pekerjaan yang bisa dilakukan oleh seorang Marine Surveyor Indonesia tergantung keahlian dan disiplin ilmu yang dimiliki, Jenis-Jenis Pekerjaaan Marine Surveyor diantaranya sebagai berikut;

-          Marine Inspection

-          Cargo Inspection

Marine Inspection

Seorang Marine Surveyor yang mengambil spesialis bidang Marine Inspection biasanya khusus mengerjakan survey yang berkaitan dengan seluk-beluk kapal dan pemeriksaan kondisi kapal secara menyeluruh termasuk peralatan-peralatan yang ada di atas kapal  guna memastikan kapal layak berlayar dengan mematuhi semua kepatuhan akan standard dan spesifikasi daripada kapal tersebut.

Seorang Marine Surveyor dalam bidang Marine Inspection diharapkan dapat bekerja secara mandiri dan independent sesuai dengan kode etik marine surveyor karena Seorang Marine Surveyor adalah seorang yang memiliki keahlian khusus di bidang marine survey untuk melakukan inspeksi, pengawasan dan pemeriksaan kapal laut guna memantau dan melaporkan kondisi sebenar dari kapal laut tersebut, pemeriksaan biasanya meliputi kondisi umum struktur kapal dan bagian-bagian kapal laut, mesin kapal dan peralatan-peralatan navigasi kapal, komunikasi kapal dan safety perkapalan.

Marine Inspection berkaitan dengan bisnis marine dan maritime terutama pihak-pihak seperti pemilik kapal (owner), pencharter kapal, Asuransi Kapal, P&I Club, Perusahaan Pelayaran (shipping company), Classification (kelas kapal), Perusahaan Pertambangan (Oil & Gas Company) dan banyak lagi kepentingan bisnis marine yang membutuhkan hasil laporan seorang marine surveyor ini.

Berikut ini contoh kegiatan jasa survey kapal khususnya dalam bidang marine survey atau marine inspection diantaranya sebagai berikut;

MARINE INSPECTION

1)     On Hire / Off Hire Survey

2)     Bunker Survey

3)     Container Inspection

4)     Damage Investigation

5)     Towing and Lashing Survey

6)     Condition Survey

7)     Follow up Survey

8)     Tally and condition survey

9)     Inspection for cargo quantity and condition during stuffing and un-stuffing

10)  Pre-shipment and Pre-loading Survey

11)  Weighing and measuring

12)   Pre break-bulk, opening seals/unsealing

13)   Cargo damage survey

14)   Cargo sampling

15)   Loading & discharging supervision

16)   Pre Purchase Surveys

17)   Free Gas Survey

18)   Expedite Survey

19)   Draft Survey

20)   Hold Cleanliness

21)   Tally and Condition Survey

22)  Measuring and Condition Survey

23)  Cargo Insurance

24)   Investigation Survey

25)   Weighing Survey


Cargo Inspection

Selain di bidang Marine Inspection yang lebih banyak menangani kapal sebagai alat angkut dalam transportasi laut sebagai salah satu mata rantai dalam bisnis di bidang bisnis marine dan maritime dan bisnis perdagangan secara global, maka seorang Marine Surveyor juga dituntut untuk dapat mengerjakan peneletian, pengawasan dan pemeriksaan terhadap barang muatan daripada kapal tersebut.

Barang muatan kapal sejatinya di golongkan ke dalam 2 garis besar jenis muatan yaitu; Jenis Muatan Cair dan Jenis Muatan Kargo Curah/Padat.

Contoh jenis muatan cair seperti Minyak Mentah dan turunannya seperti minyak solar (MGO), minyak bensin (Gasoline), Minyak Tanah (kerosene), Minyak pesawat terbang (Avtur), LPG atau gas yang dicairkan, Methanol, Naphtha dan Minyak dari tumbuh-tumbuhan seperti survey Minyak Sawit (CPO), survey minyak kelapa (CNO) dan lain sebagainya,. Dan untuk muatan padat ataupun kargo curah bisa seperti barang tambang yakni Batubara, Bauksit, Pipa-Pipa Besi, material rig dan lain sebagainnya, berikut ini contoh pekerjaan jasa marine survey khususnya untuk pemeriksaan muatan kapal laut;

LIQUID CARGO AND GAS

1)     Loading / Discharging Supervision

2)     Loss Control / Cargo Damage Survey

3)     Shore / Ship Tanks Cleanliness Survey

4)     ROB Inspection

5)     Sampling and Analysis

6)    ROB Fuel Consumption/bunker survey

7)    Pre-shipment inspection

8)    Tank cleanliness inspection

9)   Oil losses inspection

10)   Bunker Survey
Demikian dulu tulisan dari kami seorang Marine Surveyor Indonesia yang tinggal di pulau Batam ini, semoga berguna dan bermamfaat bagi anda, terima kasih atas kunjungan anda ke blog ini http://marine-surveyor-indonesia.blogspot.com.