Tampilkan postingan dengan label inspection survey. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspection survey. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 November 2020

TOWING AND LASHING

 






Tiga hal yang penting dalam towing dan lashing survey:

-----Kondisi Tug Boat & Barge-----------------
-----Cargo-------------------------------------------
-----Towing arrangement serta lashing------

    Towing and lashing survey bisa berarti sebuah inspection atas kelayakan sebuah kapal tugboat untuk menarik kapal tongkang beserta dengan  muatan yang dibawanya aman dari pelabuhan muat sampai dengan pelabuhan tujuan sehubungan dengan kelaiklautannya.


                                                                       TUG BOAT




                                                              1. Hull

    Pemeriksaan kondisi lambung kapal/hull apakah layak laut sesuai sertificate dan peraturan-peraturan (regulasi) yang berlaku, pada pemeriksaan ini meliputi pada pemeriksaan kondisi sheel plate, deck plate, crews compartement, engine room, side scuttles, sky lights, deck accessories, serta kekedapan watertight door opening, manholes, dan air pipes.  

                                                                            HULL


                                                 2. Main engine & Auxiliary engine

    Pemeriksaan secara visual atau engine trial. Jika perlu periksa juga log book untuk mengetahui kejadian-kejadian terhadap mesin. 

 Engine

    
  3. Navigation, communication, steering gears and safety equipment

Pastikan tersedia 1 unit radar, 1 unit VHF radio, 1 unit SSB radio.
periksa pula kondisi navigation light agar dapat berfungsi dengan baik dan safety equipment apakah dapat berfungsi dan tidak expire.


Navigation Room
                                                                            
                                                                    4. Towing Equipment

Harus terdapat 2 coil Towing line dia 3" s/d 4" diatas tugboat, 1 coil untuk digunakan dan 1 lagi untuk cadangan. Panjang towing line antara 150 s/d 200 meter.  

 
Towing Line

                                                                           5. Towing braidles

Towing braidles ini dipasang pada tongkang yang ditunda dan diikat pada towing chock (smith pad eye/smith bracket) dan dalam kondisi baik serta belum terdapat serat-serat baja yang terputus.
                                   
Braidles

                                                                            
                                                                                   6. Shackles

Shackle yang harus tersedia diatas tug boat disesuaikan dengan kapasitas bollard pull, minimal tersedia 3 buah untuk keperluan singgle tow 25 ton, 5 s/d 10 ton minimal 3 buah untuk penempatan shackle tersebut pada bagian antara towing line dengan braidles, dan antara braidles dengan towing chock.

Shackles


7. Towing hook

Periksa apakah towing hook dapat berfungsi dengan baik

Towing Hook

8. Towing Arch

Bagian ini berfungsi sebagai pengaman dari towing line pada saat kondisi towing.

           Towing Arch        

9. Sertificate

yang dikeluarkan BKI :
- Seaworthiness Certificate (Hull & machinery)
- Load line certificate
- Certificate of registry
-Cartificate Safety Radio
Direktorat Perhubungan Laut :
mencakup Kesempurnaan dan Lambung timbul.

10. Bunker oil
Harus dipastikan bahwa bahan bakar cukup untuk pelabuhan tujuan.
olehnya itu perlu diketahui Horse power tugboat, Fuel capacity, fuel consumption, speed, dan voyage.


Menurut jenisnya Tugboat digolongkan :


1. Ocean Tugboat : yang digolongkan Ocean Tugboat ialah tugboat dengan Horse Power (HP) lebih dari 2000 BHS, dengan panjang antara 38–76 m.

2. Coastal Tugboat : yang digolongkan Coastal Tugboat ialah tugboat dengan Horse Power (HP) antara 600 sampai dengan 2000 BHP, dengan panjang 21 – 36 m.

3. Inland Tugboat : yang digolongkan Inland Tugboat ialah tugboat dengan Horse Power (HP) dibawah 600 BHP.

4. Harbour Tug : yang digolongkan Harbour Tug ialah tugboat dengan kekuatan mesin kurang lebih 800 HP, tetapi sesuai dengan perkembangan besarnya kapal, seperti adanya super tanker, bulk carrier dan kapal penumpang samudera, Harbour Tug ada yang bertenaga sampai 3600 HP.

Menurut fungsinya dapat digolongkan sebagai berikut :

1. Tugboat yang digunakan untuk membantu olah gerak kapal besar selama di pela-buhan sewaktu akan sandar atau berangkat.
2. Tugboat yang khusus digunakan untuk menangkap ikan dengan pukat tarik.
3. Tugboat digunakan untuk menunda tongkang sebagai sarana transportasi antar pelabuhan.
4. Hydroconic Tug.
5. Kort Nozzle Tug.
6. Voith Schneirder Tug.
7. Docking Tug.




                                                                                BARGE / TONGKANG




1. Hull

Pastikan draught mark, plimsoll mark tertera dengan jelas pada lambung tongkang dan periksa kondisi lambung teutama pada resiko kerusakan lambung berlubang atau bocor yang dapat menyebabkan tongkang tenggelam.   


                                                                                Hull

 
2. Deck

Memeriksa kondisi deck cargo space apakah rusak atau keropos.  


 
                                                                               Deck  Cargo

3. Double bollard dan Fender

Pemeriksaan kondisi double bollard untuk keperluan tambat dan Memeriksa ketersedian dan kondisi Half round fender atau Tire fender.



                                                                            Double Bollard


                                                                          Tire Fender

4. Tow chock/smith pad eye

Umumnya smith ini dilengkapi pin dan pengunci untuk mengikat braidles dengan kuat.


                                                                        Smith Pad Eye

5. Manhole

Manhole pada tongkang terdapat 2 buah untuk tiap kompartement/tangki. Manhole mesti dilengkapi oleh rubber gasket, tightening bolts dan bila perlu disemen agar terjamin kekedapannya.


                                                                                manhole

                                                                           
6. Sideboard beserta Stanchion

Sideboard dan stanchion berfungsi sebagai penahan barang diatas tongkang.


Sideboard with stanchion


7. Ramp door dan Lamp pole

Rampdoor adalah Alat Yang Digunakan Sebagai Sarana atau akses untuk naik ke atas  Tongkang/Barge Yang diperuntukan Bagi kendaraan untuk kegiatan bongkar muat.
Lamp pole pada tongkang terdapat pada bagian depan kiri dan kanan serta satu dibelakang bagian tengah.

                                                                        Rampdoor

Berdasarkan fungsinya Tongkang/Barge dibagi atas :

Oil Barge : jenis tongkang dengan konstruksi khusus untuk memuat berbagai jenis minyak. Bentuk bangunannya sama dengan Flattop Barge hanya ada penambahan pipa sounding, pipa udara, pipa untuk muat-bongkar bahan bakar dan tank hatch untuk setiap kompartemennya

Flattop Barge : jenis tongkang dengan konstruksi sederhana dari suatu bangunan yang diberi sekat-sekat membagi bangunan tersebut menjadi beberapa ruangan kedap air.

Flattop Oil Barge : jenis tongkang yang fungsinya di atas main deck untuk muatan dry cargo dan di dalam kompartemen dapat diisi muatan minyak (cair).

Water Barge : jenis tongkang dengan konstruksi untuk memuat air tawar. Bentuk bangun-annya sama dengan Flattop Barge dengan penambahan pipa sounding, pipa pengisian dan pipa udara di setiap kompartemennya.

Flattop Water Barge : jenis tongkang dengan konstruksi perpaduan antara Flattop Barge dan Water Barge.

Hold Barge : jenis tongkang yang konstruksinya merupakan satu atau lebih kompartemen yang terpisah, dibagian atas diberi tutup dengan wooden boards atau pontoons.

Lash Barge : jenis tongkang yang konstruksinya hampir sama dengan Hold Barge, hanya konstruksi hull merupakan kotak tidak ada swimend/rake.


Piling Barge : jenis tongkang flattop dengan penambahan alat pancang sebagai sarana untuk pekerjaan pemancangan.

Working barge : jenis tongkang flattop dengan penambahan akomodasi di atas dek untuk para pekerja, apabila mengerjakan pekerjaan di laut.

Hopper Barge : jenis tongkang dengan konstruksi khusus untuk memuat lumpur. Tongkang ini dipergunakan untuk membantu kapal keruk, untuk menampung lumpur yang telah dikeruk. Konstruksinya hampir sama dengan Hold Brage tetapi mempunyai ruangan samping dan bottom tengah yang dapat dibuka untuk membuang lumpur.

Crane barge : Tongkang yang dilengkapi alat angkat/crane.


Sistem menarik/menggandeng tongkang antara lain :
1. Tandem Tow
2. Single Tow
3. Tandem Tugs
4. Side Tow
5. Honolulu / X’mass Tree
6. Breasted Tugs


Selasa, 09 April 2019

Langkah Kerja Marine Surveyor untuk Bunker Survey di Kapal Tanker



  • Berikut ini beberapa Langkah Kerja Marine Surveyor untuk Bunker Survey di Kapal Tanker yang biasa dilakukan oleh marine surveyor PT. Binaga Ocean Surveyor (BOS) ketika melaksanakan marine survey untuk pekerjaan Bunker Survey.
  • Bunker Survey adalah kegiatan marine survey untuk melakukan pengawasan selama proses bunker yaitu pengisian bahan bakar minyak ke atas tanki-tanki kapal, salah satunya ke kapal tanker,
  • Berikut beberapa Langkah Kerja Marine Surveyor untuk Bunker Survey di Kapal Tanker, beberapa saat yang lalu salah satu perusahaan pengisian bunker supply services di Batam menggunakan Jasa Marine Survey PT. Binaga Ocean Surveyor (BOS) untuk menghitung jumlah muatan bunker di atas kapal tongkang, sesuai dengan mamfaat yang menggunakan jasa marine surveyor PT. Binaga Ocean Surveyor (BOS) maka pelanggan akan memperoleh kepastian pemuatan bunker di atas kapal tongkang berjalan dengan lancar dan aman tanpa ada kehilangan muatan yang di kirimkan ke kapal dan proses Bunker Survey berjalan dengan cepat dan lancar,




Jika anda membutuhkan jasa marine surveyor silahkan menghubungi kami PT. Binaga Ocean Surveyor (BOS) siap memberikan pelayanan terbaik buat bisnis anda, untuk memberikan gambaran kepada anda calon pelanggan pengguna jasa marine survey, berikut ini sedikit kami berikan beberapa Langkah Kerja Marine Surveyor untuk Bunker Survey di Kapal Tongkang  sebagai berikut;
  •  Seorang Surveyor yang ditunjuk untuk melaksanakan surveyor, begitu sampai di atas kapal maka akan menemui Kapten /juragan kapal supply untuk melaporkan maksud dan tujuan kedatangan kami diatas kapal.
  •  Pelajari loading information dan tank table kapal yang di berikan dan pastikan kebenarannya (approved by class atau sudah di kalibrasi)
  •  Catat draft mark kapal untuk menentukan koreksi Trim dan Heel jika ada
  • Periksa dan ukur (sounding & ullaging )semua tanki bunker yang ada di kapal 
  • Periksa suhu bunker di tiap-tiap tanki.
  • Dapatkan volume bunker di semua tanki sebelum kegiatan pengisian atau pembongkaran  (initial).
  •  Setelah selesai  muat/ bongkar bunker, ulangi langkah seperti pada sebelumnya proses muat/bongkar diatas,
  •  Tentukan jumlah /volume bunker di kapal setelah muat /bongkar bunker (Final)
  •  Selisih Final dan initial sama dengan jumlah bunker yang diterima /diserahkan oleh tongkang dengan koreksi +/- pemakaian tongkang mulai dari saat muat/bongkar sampai dengan selesai muat, bila ada.
  •  Setelah voleme bunker  dalam setiap tanki ditentukan, gunakan berat jenis minyak (density Values) dari bunker yang di supply sebagai konversi untuk menentukan berat minyak dalam Metric Tons.
  • Tentukan juga jumlah kandungan lain kalau ada seperti (air,sedimen, gold) kemudian di buat catatan apakah kandungan itu sudah termasuk atau belum dalam jumlah perhitungan bunker tadi.
  • Jika semua langkah diatas sudah dilakukan oleh marine surveyor dan mendapatkan persetujuan dari semua attending parties dalam bunker survey maka, semua temuan dan perhitungan akan di tulis ke dalam laporan survey untuk di sampaika kepada pelanggan jasa marine survey PT. Binaga Ocean Surveyor (BOS) dan mereka pun akan senang menerima laporan survey yang diberikan oleh marine surveyor PT. Binaga Ocean Surveyor (BOS) karena proses bunker survey berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan.Our Service
    Selain melakukan pekerjaan Bunker Survey kami juga bisa mengerjakan semua jenis jasa Marine Surveyor & Inspection Services lainnya seperti Bunker Survey, On Hire Survey, Off Hire Survey, Stuffing Survey, Loading Survey, Cargo Damage and Insurance Survey, Hull and Machinery Damage Survey, Discharging Survey, P&I Survey, Towing & Lashing Survey, On/Off Hire Bunker ROB and General Condition Survey, Towing Approval Survey, Free Gas Survey, Seaworthiness Survey, The Vanning Survey, On Hire Condition Survey, On Hire Bunker Survey, Pre-Hire Condition Survey, Sampling and Gauging Survey, Cargo Condition Survey, Seal Breaking Survey, Condition Survey, Container Inspection, Pre-shipment Condition Survey of Project Cargo, Pre-Loading Survey, Loading/Discharging Supervision of Heavy Lifts and Machinery, Bunker Quantity & Quality Survey, Volumetric Measurement Survey, Tank Dryness/Cleanliness Inspection, Stuffing/Un-stuffing of General Cargo and Frozen Foods/Fruits, Damaged Survey dan lain sebagainya, silahkan menghubungi nomor kontak dan alamat kami dibawah ini jika anda membutuhkan jasa marine survey.




Jumat, 21 September 2018

Marine surveyor ,PT.binaga ocean Surveyor (BOS)




Beberapa kelebihan dari jasa marine survey yang ditawarkan PT. Binaga Ocean Surveyor yang pertama letak kantor pusat yang strategis. Pemilihan Kota Batam sebagai kantor pusat tentu bukan tanpa alasan. Mengingat kini Batam telah bergerak menjadi salah satu pusat industri di Indonesia serta utamanya yang bersifat kemaritiman, perkapalan dan pelayaran. Yang kedua adalah tim professional Marine Surveyor Indonesia dengan kemampuan yang tidak perlu diragukan. Direkrut dari tenaga professional di tiap bidangnya, tim marine surveyor dari PT. Binaga Ocean Surveyor mampu mendukung berbagai bisnis pelayaran, perkapalan, offshore, broker kapal, perusahaan logistik dan masih banyak yang lain. Dan kelebihan yang ketiga adalah lingkup layanan jasa yang sangat luas. Secara garis besar layanan PT. Binaga Ocean Surveyor dibagi menjadi beberapa divisi teknis yakni Marine Survey and Inspection Services dan Marine Survey untuk Muatan Cair dan Gas, Cargo Surveyor dan Chemist Surveyor. Marine Surveyor dari PT. Binaga Ocean Surveyor juga bisa melakukan Marine Surveys untuk P & I Survey, H & M Survey, Marine Cargo Survey, Marine Technical Survey, Ship Valuation Survey, On/Off Hire Survey, serta juga Investigation Damaged Survey untuk investigasi shipboard engine dan machinery damage atau structural damage cases. Kami juga bisa melaksanakan survey untuk keperluan Member's Protection & Indemnity Club (P & I Club), Ship Owners / Shipping Managers dan pre-entry P & I clubs, Ship valuation survey of various tankers / bulk carriers / offshore vessels / barges for major local and international banks and also assisting Clients to carry out general condition surveys of various vessels / machineries for various purposes such as on / off hires, pre-purchase, handing / taking over Owners / Managers, pre-entry to P & I clubs, serta juga Marine and Cargo Survey untuk Liquid and Gas Survey serta Laboratory test untuk Petroleum product dan CPO Product. Our marine surveyor team from PT. Binaga Ocean Surveyor can perform to conduct all of Marine and Cargo Survey working jobs and also for Liquid and Gas Survey and also Laboratory test for Petroleum product, please find below our services list for your perusal; MARINE INSPECTION 1) On Hire / Off Hire Survey 2) Bunker Survey 3) Container Inspection 4) Damage Investigation 5) Towing and Lashing Survey 6) Condition Survey 7) Follow up Survey 8) Tally and condition survey 9) Inspection for cargo quantity and condition during stuffing and un-stuffing 10) Pre-shipment and Preloading Survey 11) Weighing and measuring 12) Pre break-bulk, opening seals/unsealing 13) Cargo damage survey 14) Cargo sampling 15) Loading & discharging supervision 16) Pre Purchase Surveys 17) Free Gas Survey 18) Expedite Survey 19) Draft Survey 20) Hold Cleanliness 21) Tally and Condition Survey 22) Measuring and Condition Survey 23) Cargo Insurance 24) Investigation Survey 25) Weighing Survey LIQUID CARGO AND GAS 1) Loading / Discharging Superintendence 2) Loss Control / Cargo Damage Survey 3) Shore / Ship Tanks Cleanliness Survey 4) ROB Inspection 5) Sampling and Analysis 6) ROB Fuel Consumption/bunker survey 7) Pre-shipment inspection 8) Tank cleanliness inspection 9) Oil losses inspection 10) Bunker Survey Melihat banyaknya keunggulan yang ditawarkan, tidak berlebih jika PT. Binaga Ocean Surveyor layak menjadi pilihan utama penyedia jasa marine survey. Bagi rekan rekan yang tertarik untuk menggunakan jasa Marine Surveyor PT. Binaga Ocean Surveyor bisa menghubungi pihak perusahaan di alamat berikut ini: PT. Binaga Ocean Surveyor Kabil Industrial Estate Ruko CNN Blok D3 No. 3 Batu Besar, Nongsa, Kabil, Batam, Indonesia Phone : 08127015790 / 08117775790 Email : info@binaga-ocean.com Website : www.BinagaOceanSurveyor.com

Rabu, 01 Agustus 2018

Berikut Sebab-sebab Kebakaran Kapal dan Tips Mengatasinya






  • Gas Free Survey untuk memastikan tidak ada gas beracun dan sumber pemacu ledakan lainnya di sekitar kita dapat dicek oleh tim Marine Surveyors PT. Binaga Ocean Surveyor (BOS), butuh Jasa Marine Surveyor silahkan hubungi kami ya, makasih.
  • http://www.binagaoceansurveyor.com/free-gas-survey/


  1. Kawan-kawan pelaut dan masyarakat maritim Indonesia yang saya banggakan. Penulis hadir kembali di sini melalui pemahaman yang serba terbatas untuk sekadar berbagi tips dalam mencegah terjadinya kebakaran di kapal yang biasanya sering terjadi. Kawan-kawan maritim, semua di antara kita pasti sudah mengetahui bahwa cara yang terbaik untuk menangani terjadinya kebakaran di kapal adalah dengan cara mencegahnya daripada membiarkan kebakaran tersebut berlangsung. Tentunya kita harus selalu melakukan fire drill.

Keluarnya api dari tempat sumbernya di mana sebelumnya tidak ada api disebut dengan pengapian (ignition), sedangkan “flash” adalah istilah yang digunakan atas terjadinya letusan api di tempat baru sebagai akibat dari api yang ada di tempat terdekatnya atau sumber pengapian. Kebakaran di kapal dapat dicegah dengan menemukan secara akurat dan memperbaikinya bila misalnya adanya kebocoran bahan bakar minyak, minyak pelumas, dan gas buang, dll.

Pada kamar mesin khususnya ruang generator kapal, bahaya terbesar dari api adalah yang berasal dari pipa yang bertekanan tinggi yang biasanya berisi bahan bakar yang mengalami bocor. Minyak yang bocor dari pipa tersebut biasanya terjadi pada suhu yang tinggi dari exhaust manifold atau indikator yang sensitif untuk mengetahui adanya api.
Oleh karena itu kapal harus dipasang indikator tersebut dan diperiksa oleh surveyor. Pada mesin-mesin kapal yang buatan baru saat ini, biasanya berjenis push-type cover (jenis penutup yang ada indikator). Namun untuk mesin-mesin yang lama biasanya tidak tersedia sehingga cukup sulit untuk memberikan data kebocoran.
Kebakaran di Kapal
Saat ini, pipa bahan bakar bertekanan tinggi biasanya diselubungi (sheathed) dan kebocoran biasanya terjadi pada tangki di bagian bawah mesin yang dikenal sebagai tangki bahan bakar bocor (fuel leak off tank). Menjaga sistem ini sangat penting agar selalu dalam kondisi yang baik dan biasanya dengan cara menguji alarm tangki bahan bakar secara teratur bila terjadi bocor maka akan suara alarm.
Oleh karena itu perlu bagi surveyor dan masinis kapal untuk secara rutin menguji alarm tersebut saat melakukan pemeriksaan dan dilaporkan.
Kebocoran bahan bakar terutama disebabkan karena terjadinya getaran pada pipa, klem pipa yang bergesekan dengan pipa sehingga mengakibatkan keausan dan lubang, sambungan pipa yang ada di belakang alat pengukur tekanan yang rusak diakibat oleh adanya sambungan yang sudah tua (umumnya hal ini tidak terlihat secara langsung), kebocoran alat kelengkapan pada boiler (bila ada) dan insinerator dll.
Kebocoran ini yang paling umum sebagai “hot spot” api. Maka dari itu pemeriksaan yang cermat dan berkala harus dilakukan adanya asap pada boiler dan insinerator.
Kebakaran sebagian besar dicegah dengan memberikan penutup yang efektif pada permukaan yang panas seperti misalnya pada turbocharger, gas buang mesin induk, pipa-pipa uap dan pipa yang terdapat minyak panas. Pemeriksaan surveyor harus dilakukan.
Penutup dapat dilakukan oleh masinis atau ABK mesin tetapi pada saat proses docking, kontraktor yang memang spesialis dalam hal ini dapat melaksanakan pekerjaan ini akan lebih baik karena memang profesional. Setiap kali terdapat potensi terjadinya kebocoran harus dibersihkan. Harus dibiasakan dan dibudayakan untuk menempatkan kembali segala peralatan setelah pekerjaan selesai. Terlepas dari itu semua, adalah penting untuk memeriksa atau menguji detektor kebakaran atau api secara teratur dan berkala. Ini salah satu item pemeriksaan ISM Code.
Beberapa jenis detektor yang sering digunakan pada kapal yang harus tersedia adalah sebagai berikut:

Detektor api (Flame detectors):
Cahaya yang dihasilkan dari api yang memiliki frekuensi flicker dengan karakteristik sekitar 25Hz. Dengan detector api tersebut, spektrum di kisaran infra merah atau ultra violet tersebut dapat dipantau untuk dapat memberikan alarm. Kebakaran yang disebabkan oleh minyak umumnya tidak akan mengeluarkan asap dan jenis sensor ini lebih banyak dipakai di kapal, terutama pada tempat-tempat yang dekat dengan peralatan penanganan bahan bakar atau boiler, hal ini untuk memberikan peringatan dini. Pada pemeriksaan surveyor ini harus dilakukan uji fungsi.

Detector panas (Heat detectors):
Detector panas adalah jenis detector yang memiliki dua jenis elemen logam yang dapat mendeteksi (terdiri dari dua strip tebal dan strip tipis). Strip tipis lebih sensitif terhadap adanya kenaikan suhu daripada trip yang tebal. Jika tedapat kenaikan suhu yang mendadak, maka yang strip yang tipis lebih cepat merespon daripada strip yang tebal, kedua strip tersebut dapat bersentuhan satu dengan yang lain. Selama adanya kenaikan suhu normal kedua strip akan mengalami defleksi yang sama dan dengan demikian tidak menunjukkan adanya sentuhan dan reaksi. Biasanya jika laju kenaikan kurang dari 10oC dalam waktu setengah jam, detektor tidak aka memberikan alarm. Tetapi jika tingkat naik sampai 75oC atau lebih, dua strip akan bersentuhan karena defleksi, sehingga memicu adanya alarm.

Detektor asap (Smoke detectors):
Ada dua jenis detektor asap digunakan di kapal
1) Light obscuration type (Jenis yang dapat mengaburkan cahaya)
2) Ionization type Liquid or gas fires (cairan jenis Ionisasi atau gas kebakaran). Jenis ini tidak dapat memberikan asap awalnya tapi akan dapat terbakar secara spontan. Jadi detektor asap kurang begitu efektif untuk kebakaran di kapal. Detektor asap ini sebagian besar dipasang dan digunakan dalam ruang-ruang akomodasi.

Pertimbangan Pencegahan Kebakaran di Kapal
Di kamar mesin kapal, tempat pembuangan kain perca atau majun yang digunakan untuk membersihkan minyak harus dilengkapi dengan penutup. Kain majun berminyak tidak boleh tinggal tergeletak di tempat-tempat yang tidak perlu. Tempat penampungan majun harus dilengkapi dengan penutup dan harus disediakan di setiap lantai dan di kedua sisi kapal.
Pipa bahan bakar minyak yang bertekanan tinggi tidak boleh dikeraskan atau diperketat dalam rangka mengontrol adanya kebocoran sementara mesin kapal sedang berjalan atau beroperasi. Ini kadang dilakukan oleh petugas mesin. Minyak tidak boleh diambil selama turbocharger sedang beroperasi. Hal ini kadang terlupakan juga bagi ABK mesin.
Pipa duga yang ada di dek baik kamar mesin maupun di geladak utama harus dijaga selalu dalam keadaan tertutup. Tidak boleh dibiarkan dalam posisi terbuka. Bila terjadi kejadian minyak tumpah dari pipa-pipa duga maka harus dilaporkan karena hal ini awal penyebab kapal terjadi kebakaran. (lihat SOPEP manual).
Kebocoran pipa gas buang dan kebocoran uap harus segera menjadi perhatian khusus. ABK harus berhati-hati berkaitan dengan kebakaran yang berasal dari dapur, terutama dengan selalu menjaga semua peralatan listrik dalam dapur, kabel-kabel harus terbuat dari marine used harus selalu dalam keadaan baik.
Mualim senior dan semua ABK harus selalu mengawasi dapur ketika berada di dapur karena saat tersebut adalah waktu yang tepat untuk mengawasi kondisi dapur dan tetap dijaga secara terus menerus petugas dapur (juru masak kapal).
Salah satu cara yang paling jitu dan paten untuk pencegahan kebakaran dan efektif adalah dengan cara patroli kebakaran. Biasanya manajemen keselamatan kapal selalu menekankan hal ini. Tidak ada cara atau metode yang bisa mengalahkan pemantauan fisik langsung atau dikenal dengan “blusukan”.
Api yang disebabkan oleh rokok juga merupakan salah satu penyebab paling umum dari kebakaran. Semua perhatian atas bahaya rokok di kapal harus selalu dilakukan terutama kegiatan membuang rokok sembarangan (membuang puntung rokok harus dilakukan pada asbak yang berpenutup. Bahkan ada pemilik kapal yang melarang ABK untuk merokok di atas kapalnya. Larangan yang paling keras adalah tidak boleh merokok di tempat tidur.
Pada kapal-kapal jenis tertentu, kebakaran juga dapat disebabkan terjadi selama proses bongkar muat kargo misalnya bongkar muat batu bara dan minyak. Untuk alasan ini, personel kapal harus selalu mendiskusikan karakteristik kargo dan metode pencegahan yang harus dilakukan selama pertemuan safety dan latihan mingguan. Penerapan ISM code yang efektif hal ini harus dilakukan.
Hal-hal tersebut adalah beberapa yang perlu dipertimbangkan agar lingkungan kapal dalam keadaan aman dari kebakaran kapal. Hal tersebut sebenarnya belum semua cara yang dapat kita sampaikan, sebenarnya masih ada cara-cara lainnya untuk mencegah kebakaran kapal. Namun demikian pertimbagan tersebut di atas dapat memberikan gambaran singkat tentang apa yang harus dilakukan di kapal.


Kamis, 24 Mei 2018

Cara Kerja Loading Survey Muatan Steel Product




Bagaimana cara Kerja Loading Survey Muatan Steel Product ??

Bagi seorang marine surveyor indonesia tentunya harus juga bisa
mengerjakan pekerjaan sebagai seorang Cargo Surveyor
Hari ini ada pekerjaan loading survey steel produk yang di muat
ke kapal kargo glory harvest yang sandar di pelabuhan batu ampar
di kota batam.

Barang muatan kapal kargo ini akan di bawa ke pelabuhan tujuan di ngo hian di negara vietnam sana
Pelabuhan batu ampar cukup panas dan berdebu di musim kemarau ini namun seorang Marine Surveyor yang
bekerja sebagai Cargo Surveyor harus tetap bekerja
Bagaiman cara kerja loading survey untuk muatan steel product yaitu anda seorang marine surveyor harus
jeli dalam memeriksa setiap muatan yang akan di muat kedalam palka kapal kargoini, pastikan kondisi baik
atau ada catatan atas kekurangan bagusan
kondisi muatan seperti berkarat, berdebu, ada goresan dan atau bahkan jika ada kerusakan




Laporan hasil periksa cargo surveyor akan di gunakan oleh banyak pihak
terkait seperti pemilik barang, penerima barang, pihak kapal dan asuransi
kapal dan muatan kapal
Demikian sekilas cara kerja loading survey muatan steel produk untuk anda ketahui

Selasa, 06 Februari 2018

PT. Binaga Ocean Surveyor Melaksanakan Bunker Survey Di Kapal Offshore Support Vessel MERMAID NUSANTARA

Bunker Survey Di Kapal Offshore Support Vessel MERMAID NUSANTARA

Pagi itu dalam perjalanan ke kantor perusahaan jasa marine survey PT. Binaga Ocean Surveyor saya di telepon oleh teman "Bro, bisa gak bantu saya untuk mengawasi Bunker Survey di kapal OSV.MERMAID NUSANTARA, jujur saja kemaren menggunakan perusahaan lain untuk mengerjakan survey ini, namun bukan saya yang menunjuk surveyornya", singkat cerita saya oke kan permintaan teman ini, dan kami janji ketemu di La Kopi Cafe di kawasan KDA Batam Centre untuk membicarakan lebih banyak hal terkait karena berkaca pada pengisian bunker sebelumnya kapal mengalami susut yang lumayan banyak, penerimaan bunkernya berkurang 50 Kilo Liter.

BerCerita tentang Bunker Survey, tentunya ada baiknya kita cari tau dulu apa sih tujuannya teman saya, oh ya teman saya namanya Pak Mario Casillas dari PT. Yavindo Sumber Persada adalah sebuah perusahaan Niaga Umum BBM (Bahan Bakar MInyak) yang mensuplai pengisian bahan bakar minyak untuk bunker ke kapal-kapal yang banyak di pulau Batam ini, kembali ke tujuan Bunker Survey adalah untuk Menghitung jumlah bunker yang di terima oleh kapal suppiy/shore tank saat di pelabuhan muat atau pelabuhan bongkar dan atau Menghitung banyaknya sisa bunker di kapal (ROB)sebelum pengisian /transferring dimulai dan setelah selesai pengisian /transferring .


Untuk mencapai tujuan diatas, maka pihak pemilik kapal atapun penyewa kapal dan atau pun supllier Bunker akan menggunakan Jasa Marine Survey guna memastikan proses Bunker Survey berjalan lancar sesuai aturan dan kaidah yang berlaku, untuk mencapai tujuan itu maka seorang Marine Surveyor setidak menyiapkan beberapa peralatan survey yang akan di gunakan untuk survey bunker setidaknya seperti umumnya alat pelengkapan surveyor kapal yaitu antara lain;

PERALATAN
Kalkulator 12 dijit atau sejenisnya
Alat tulis (Pena ,buku&from perusahhan)
Sounding Tape
Alat ukur (Meteran)
Water/oil paste
Tank sounding Form dan bunker survey from
Safety shoes ,safety Helmet ,Life Vest, Respirator ,Safety Clothes ,Sarung Tangan.

PELAKSANA
Surveyor
Asisten surveyor


LANGKAH KERJA MARINE SURVEYOR

Tiba lah saatnya Bunker Survey di laksanakan, pagi itu sekitar jam 7 pagi  di penghujung bulan September, di tanggal 30 September 2016 kapal tongkang pembawa minyak solar yang mau di supplai ke kapal OSV. Mermaid Nusantara sudah datang dan saling merapat, kapal tongkang atau sering disebut Bunker Barge bernama lambung ASTA CHAISUN II, segera saja kami tim Marine Surveyor PT. Binaga Ocean Surveyor (BOS) segera menuju ke kapal, oh ya kapan ini lagi lego jankar atau anchorage di wilayah laut Kabil, jadi tidak sandar di pelabuhan makanya kami menggunakan Pilot Boat (boat pandu) ke tengah laut untuk menjangkau kapal OSV. MERMAID NUSANTARA dan Kapal MT. ASTA CHAISUN II dan MT. ASTA RAYA yang membawa muatan 500,000 Liter minyak solar atau MGO (Marine Gas Oil) atau HSD (High Speed Diesel) ini.


BUNKER SURVEY DI TONGKANG (BUNKER BARGE)

Marine Surveyor kami menemui Kapten /juragan kapal supply, bagi anda Marine Surveyor atau siapa pun yang berminat dengan pengetahuan tentang Bunker Survey ini, boleh di simak beberapa hal penting yang kalian harus perhatikan ketika naik ke kapal Bunker Survey diantaranya sebagai berikut;
-Pelajari loading information /tank table dan pastikan kebenarannya  (approved by class atau di kalibrasi)
-Catat draft untuk menentukan Trim dan Heel
-Periksa dan ukur (sounding & ullaging )semua tanki bunker yang ada di kapal
-Periksa suhu bunker di tiap-tiap tanki.
-Dapatkan volume bunker di semua tanki sebelum kegiatan pengisian atau pembongkaran  (initial).
-Setelah selesai  muat/ bongkar bunker ,ulangi langka seperti pada sebelumnya muat/bongkar
-Tentukan jumlah /volume bunker di kapal setelah muat /bongkar bunker (Final)
-Selisih Final dan initial sama dengan jumlah bunker yang diterima /diserahkan oleh tongkan dengan koreksi +/- pemakain tongkang mulai dari saat muat/bongkar sampai dengan selesai muat ,bila ada.
-Setelah voleme bunker  dalam setiap tanki ditentukan ,gunakan berat jenis  (density Values) dari bunker yang di supply sebagai konversi untuk menentukan berat .
-Tentukan juga jumlah kandungan lain kalau ada ( air,sedimen ,gold) kemudian di buat catatan apakah kandungn itu sudah termasuk atau belum dalam jumlah bunker.

BUNKER SURVEY DI KAPAL OSV. MERMAID NUSANTARA
Setelah selesai pemeriksaan di Kapal Supplier BUnker nya selanjutnya kita beranajk ke kapal sebelahnya, yaitu Kapal OSV. Mermaid Nusantara yang akan di isi Bunker Minyak nya, beberapa hal penting yang kalian harus perhatikan ketika naik ke kapal Bunker Survey diantaranya sebagai berikut;
Temui chief  Engineer untuk Melakukan Bunker Survey dan minta kepadanya untuk member tahu bagian deck untuk tidak melakukan kegiatan pemuatan ,pemindahan air ballast /air tawar dll yang dapat mempengaruhi draft atau Trim/list kapal sampai selesainya pengukuram ROB bunker.

Periksa dan catat draft kapal kemudian jadikan menjadi Actual Draft untuk mendapatkan trim dan hell kapal.

Usahakan agar Trim sekecil mungkin dan kapal berada dalam kondisi upright position selama pengukuran .

Lakukan Gauging  (Sounding / ullaging) untuk semua tanki bunker sebelum kegiatan bongkar muat bunker di mulai (intial)bersama dan disaksikan oleh Chief Engineering atau senior Engineering  yang di tugaskan Fihak kapal untuk itu .sebelum melakukan gauging ,periksa tinggi sounding tape,pipa sounding ,dan apakah fuel additive di tambahkan ke viva sounding.

Periksa suhu bahan bakar di setiap tanki –jika thermometer tidak tersedia ,khusus ny double  bottom tanks supaya menggunakan suhu air lain saat itu suhu kamar mesin untuk tangki-tangki dalam kamar mesin .Untuk settling dan sewer thaks ,gunakan suhu bunker dalam tanki tersebut.

Setelah selesai gauging ,hitung kuantitas bunker yang ada dalam tanki dengan menggunakan table kalibrasi/ tank calibration table kapal dengan koreksi trim dan hell/list kapal.pastikan bahwah sounding table yang di berikan pihak kapal benar dan sesuai dengan nomor tangki -2 yang di ukur.

Setelah volume bunker dalam setiap tanki di tentukan,gunakan berat jenis (density values)dari bunker receipt terakhir sebelumnya sebagai konversi untuk menentukan berat .Bunker yang tersesisa dikapal biasanya dihitung dalam metric ton,bukan meter kubik.
Setelah selesai muat /bongkar bunker ,ulangi langka-langkah seperti pada initial untuk mendapatkan jumlah ROB BUNKER pada saat Final.
Selesai Final dan initial sama dengan jumlah ROB bunker yang diterima atau dibongkar di/dari kapal dengan dikoreksi +/- Pemakaian kapal mulai dari initial sampai dengan final adalh jumlah bunker yang di terima.
Tentukan juga kandungan lain bila terdeteksi  seperti air dan sidemen lain-lain kalau ada ,kemudian dibuat catatan apakah kandungan itu sudah termasuk atau belum dalam jumlah bunker yang di terima.
 Tiba-tiba Surveyor saya memberikan laporan, penerimaan bunker survey susut dari angka penerimaaan yang seharusnya, dan dari teman-teman yang sebelumnya mempunyai pengalaman mengerjakan Bunker Survey di kapal ini juga pernah menceritakan hal yang sama, kok bisa hilang lagi gini? kemana lari minyaknya?

Harus di ingat, kurang/Susut atau shorted dalam Bunker Survey bisa jadi memang minyaknya hilang raib di ambil sama oknum nakal, namun bisa juga susut terjadi hanya diatas kertas dan perhitungan saja tapi secara fisik minyak itu ada gak berkurang, di sini seninya mengerjakan Bunker Survey terlalu banyak drama nya.
Untuk di ketahui saja setidaknya Berikut 10 Cara Menghindari Kekurangan Muatan Saat Bunker Survey ke kapal laut, silahkan disimak biar bunker survey nya aman dan minyak tidak susut atau hilang sewaktu bunker survey, yaitu ;
1. Awas Tabel Kalibrasi Kapal di Ganti
    Pelaut harus jeli memriksa buku tabel kapal milik bunker barge apakash sudah terkalibrasi dengan baik, buku tabel kablirasi kapal yang original harus disertain stempel dari class atau badan yang berwenang.
2. Panjang Pita Sounding Tidak Akurat
    Pastikan sounding taoe yg digunakan dimulai dari angka Nol dan tidak ada sambungan
3. Pipa Sounding di Modifikasi
    Terkadang ada juga pelaut atau bunker club yang tidak baik dengan berbuat memodifikasi pipa soundingan dengan memberi penghalang di ujung pipa sounding dengan kondom atau penghalang lainnya, makanya pastikan tinggi reference height sama dengan yg ada di buku tabel kalibrasi kapal.
4. Hasil Sounding NOL belum tentu isi tanki kapal kosong
    Hasil sounding menunjukan angka nol belum tentu tidak ada minyak di dalam tanki maka periksa berdasarkan buku tabel kalibrasi kapal
5. Hati-hati ada transfer antar Tanki maupun pemamfaatan Gravitasi
    Minta stowage plan muatan bunker kapal sebelum di mulai bunker dan harus di cek semua tanki kapal tanpa terkecuali bukan hanya tanki yag mau di bongkar saja untuk bunker survey
6. Awas efek Cappucino (busa dari pemompaan udara selama prose bunker survey)
   anda harus tau apa itu "Cappuccino Effect" yang merupakan istilah untuk busa foam yang ada diatas minyak sebagai hasil dari pemompaan ketika bunker survey sedang berlangsung, pastikan ketika akan di sounding minyak sudah stabil dan tidak ada lagi "Cappuccino Effect".
7. Hati-hati bila ada Permainan Density atau Temperature
   Mintalah Certificate of Quality daripada bahan bakan minyak yang akan di supply bunker ke kapal kita untuk menghindari permainan density dan temperature ketika Bunker Survey Calculation di lakukan, namun ini dilakukan untuk Bunker Survey dengan penerimaan muatan dalam satuan Metric Tons saja.
8. Barge Sample Manifold
    Usahakan untuk memasang Bunker Sample Kit di ujung manifold pasa saat memasang hoses connected untuk melihat secara visual akan hal-hal yang mencurigakan dari pada minyak yang dipompa dari kapal bunker barge
9. Hati-hati ketika pelaksanaan Bunker Survey yang molor selesainya ketika Pilot sudah Boarding on Board, Banyak bunker club memamfaatkan keterbatasan waktu bunker survey dengan alasan terlambat datang padahal waktu bunker survey sudah dekat atau mepet dengan pandu naik kapal.
10. Hati-hati Flowmeter haya ditiup angin jika Bunker Survey menggunakan Flowmeter reading sebagai acuan penerimaan angka bunker survey di atas kapal.

Selamat Pagi Teman, Pelanggan dan Sahabat Marine Surveyors salam dari kami perusahaan Jasa Marine Surveyor hubungi kami di nomor 08127015790 Jasa Marine Surveyor jika memerlukan Jasa Marine Surveyor PT. Binaga Ocean Surveyor

Kembali ke judul cerita Bunker Survey Di Kapal Offshore Support Vessel MERMAID NUSANTARA, kapal Mermaid Nusantara adalah jenis kapal pendukung kegiatan pengeboran minyak lepas pantai khususnya untuk mendukung penyelaman bawah laut, kapal OSV. Mermaid Nusantara ini milik perusahaan Thailand yaitu Mermaid Maritime Public Company Limited, barusan kapal ini memenangkan kontrak baru untuk senilai 10 Juta Dollars Amerika untuk kegiatan di Natuna Offshore di pengeboaran lepas pantai milik Premier Natuna selama 70 hari kerja, nah kegiatan Bunker Survey Di Kapal Offshore Support Vessel MERMAID NUSANTARA ini adalah untuk mengisi minyak selama perjalanan ke lokasi proyek baru mereka di Laut Natuna, Indonesia.

Yang pengen tau detail kapal ini, berikut saya tuliskan ship particulars dari kapal Offshore Support Vessel MERMAID NUSANTARA sebagai berikut;

Name of the Vessel        : MERMAID NUSANTARA
Type of vessel                : Offshore Support Vessel
Port Of Registry            : Jakarta
Flag                               : Indonesia
Call Sign                       : PLLN
IMO Number                : 9483061
MMSI No.                    : 525003272
Classification                : BKI / American Bureau Shipping Registered (ABS)
Built                             : 2010
Dimension                    : L X B X H    : 80.00 m x 20.40 m x 8.00 m
Gross Tonnage / Nett Tonnage    : 5,001 / 1,425
Owner                          : Miclyn Express Offshore Pte Ltd, Singapore

Nah bagi anda yang membutuhkan jasa Marine Surveyor untuk Bunker Survey silahkan menhubungi perusahaan Jasa Marine Survey yang paling bagus dan handal dan kredibel di bawah ini;

PT. Binaga Ocean Surveyor
Kabil Industrial Estate
Ruko CNN Blok D3 No. 3 Batu Besar, Nongsa, Kabil, Batam 29467-Indonesia
Phone : +62778 7100034
Fax. : +62778 7372503
Mobile/Direct Call 24 Hrs : +628127015790
Email :
info@binaga-ocean.com
W
ebsite :http://binagaoceansurveyor.com